Sutawijaya kembali ke gua untuk melanjutkan tapanya.
Setibanya di dalam gua ia bertemu dengan seorang putri yang amat cantik
parasnya dan berpakaian keratuan yang sangat gemerlapan, serta mempesona. Putri
itu ternyata Nyi roro kidul penguasa kerajaan samudera kidul yang memiliki
keabadian. Dalam percakapan keduanya Sang ratu menawarkan janji bahwa jika
Sutawijaya ingin menjadi raja besar dan anak cucunya kelak memiliki kekuasaan
yang kekal sebagai raja-raja jawa, maka ia harus menjadi suami ratu kidul.
Sutawijaya menerima perjanjian itu yang bunyinya sebagai berikut : “setiap raja
Jawa harus menjadi suami ratu kidul demi kejayaan dan keselamatan kerajaan dan
rakyat Jawa. “ sutawijaya pun resmi menjadi suami ratu kidul. Konon sebagai
manifestasinya dalam tradisi keraton-keraton Jawa ada upacara labuhan, malam
Anggara Kasih, dan di keraton-keraton tersedia kamar khusus (Sangga buana)
untuk kediaman Ratu Kidul.
Sumber : teori sastra, zulfahnur Z F. Dkk Departemen 1996,
halaman 52-54
Tidak ada komentar:
Posting Komentar