Kamis, 03 Juli 2014

Nyi roro kidul

Ratu dewi yang telah menjadi ratu samudera kidul yang tidak terkena umur dan maut (sangkananing pati) itu lalu berupaya menemui putra raja matraman bernama Sutawijaya yang bergelar Penembahan Senopati sedang bertapa dalam sebuah gua di Gunung Kidul dekat Imogiri, ia menemui sebuah keajaiban. Sebuah bintang yang berbinar-binar mendekatinya dan mengatakan bahwa Sutawijaya kelak akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja jawa. Penembahan senopati sangat girang dan melaporkan kejadian itu kepada ayahnya, ki ageng pemanahan di Kotagede. Setelah mendengar laporan putranya sang raja marah dan memerintahkan putranya kembali bertapa.

Sutawijaya kembali ke gua untuk melanjutkan tapanya. Setibanya di dalam gua ia bertemu dengan seorang putri yang amat cantik parasnya dan berpakaian keratuan yang sangat gemerlapan, serta mempesona. Putri itu ternyata Nyi roro kidul penguasa kerajaan samudera kidul yang memiliki keabadian. Dalam percakapan keduanya Sang ratu menawarkan janji bahwa jika Sutawijaya ingin menjadi raja besar dan anak cucunya kelak memiliki kekuasaan yang kekal sebagai raja-raja jawa, maka ia harus menjadi suami ratu kidul. Sutawijaya menerima perjanjian itu yang bunyinya sebagai berikut : “setiap raja Jawa harus menjadi suami ratu kidul demi kejayaan dan keselamatan kerajaan dan rakyat Jawa. “ sutawijaya pun resmi menjadi suami ratu kidul. Konon sebagai manifestasinya dalam tradisi keraton-keraton Jawa ada upacara labuhan, malam Anggara Kasih, dan di keraton-keraton tersedia kamar khusus (Sangga buana) untuk kediaman Ratu Kidul.

Sumber : teori sastra, zulfahnur Z F. Dkk Departemen 1996, halaman 52-54

Tidak ada komentar:

Posting Komentar