Kamis, 03 Juli 2014

Anthurium jenmanii

Flora berdaun indah ini sedang menjadi incaran para pencinta tanaman hias daun, baik di Jabodetabek, Jawa tengah, dan Jawa Timur. Tidak sedikit para pembeli nekat menukar satu pot anthurium dengan uang jutaan rupiah.

Dari sekian banyak jenis anthurium, barangkali anthurium jenmanii banyak dicari orang. Anthurium jenmanii masuk ke Indonesia pada tahun 1984. Tumbuhan ini banyak tersebar luas di belantara Amerika, terutama amazone.

Selama perjalanan hidupnya, nenek moyang anthurium jenmanii telah mengalami kawin-silang. Akibatnya, saat ini ditemkan banyak spesies silangan baru, misalnya black beauty dan marble queen.

Perkembangan turun-menurun tidak hanya diakibatkan oleh persilangan, tetapi juga akibat mutasi alam. Breeder kadang sengaja memberi perlakuan khusus, sehingga menyebabkan terjadi mutasi. Caranya bisa menggunakan bahan kimia, sinar radioaktif, listrik, atau bahan mutan lain pemicu perubahan sifat.

Pamor anthurium sempat mengalami pasang surut. Trendnya menanjak pada kurun waktu 1980-1987. Keberadaan tanaman ini terbukti menggeser phylodendron dari puncak trend tanaman hias periode sebelumnya. Saat ini, pamor anthurium jenmanii belum bersinar terang.

Pada 1990-1995, masa kejayaan anthurium meredup. Begitu juga dengan jenmanii yang meredup bersama anthurium lain. Munculnya primadona baru aglaonema, adenium, dan euphorbia membuat keberadaan anthurium daun kian jauh dari hati pencintanya.

Sumber : kompas, 2 oktober 2006

                   Buku bahasa indonesia penerbit: erlangga ktsp, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar