Dari sekian banyak jenis anthurium, barangkali anthurium
jenmanii banyak dicari orang. Anthurium jenmanii masuk ke Indonesia pada tahun
1984. Tumbuhan ini banyak tersebar luas di belantara Amerika, terutama amazone.
Selama perjalanan hidupnya, nenek moyang anthurium jenmanii
telah mengalami kawin-silang. Akibatnya, saat ini ditemkan banyak spesies
silangan baru, misalnya black beauty dan marble queen.
Perkembangan turun-menurun tidak hanya diakibatkan oleh
persilangan, tetapi juga akibat mutasi alam. Breeder kadang sengaja memberi
perlakuan khusus, sehingga menyebabkan terjadi mutasi. Caranya bisa menggunakan
bahan kimia, sinar radioaktif, listrik, atau bahan mutan lain pemicu perubahan
sifat.
Pamor anthurium sempat mengalami pasang surut. Trendnya
menanjak pada kurun waktu 1980-1987. Keberadaan tanaman ini terbukti menggeser
phylodendron dari puncak trend tanaman hias periode sebelumnya. Saat ini, pamor
anthurium jenmanii belum bersinar terang.
Pada 1990-1995, masa kejayaan anthurium meredup. Begitu juga
dengan jenmanii yang meredup bersama anthurium lain. Munculnya primadona baru
aglaonema, adenium, dan euphorbia membuat keberadaan anthurium daun kian jauh
dari hati pencintanya.
Sumber : kompas, 2 oktober 2006
Buku bahasa indonesia penerbit: erlangga
ktsp, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar