Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;
e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
Kesimpulan,
Disini akan dibahas apakah pemerintahan di Era SBY mengalami kegagalan atau
justru berprestasi dalam upaya meningkatkan perekonomian Indonesia, sesuai
janji yang digemar-gemborkan pada saat kampanye di pemilihan presiden.
Pada
masa kampanye pemilihan presiden pasangan SBY-JK berjanji di dalam bidang
ekonomi pihaknya menargetkan pertumbuhan ekonomi 7,6% pada tahun 2009. Namun
pemerintah gagal memenuhi target tersebut menurut sumber dari BPS Pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada tahun 2009 sebesar 4,5%. Tidak etis jika hanya
menganalisa hanya berdasar pada kegagalan pemerintahan SBY saja. pada periode
pertamanya memimpin ada yang patut
diapresiasi dari kinerja pemerintahan SBY. Yang paling menonjol yakni disektor
pertanian SBY bersama Wapresnya, Jusuf Kalla, dan Menteri pertanian,
bekerjasama membuat gebrakan dan berhasil membuat Indonesia swasembada beras
Ini satu prestasi yang luar biasa. Karena pada era pemerintahan Soeharto
sekalipun dalam 32 tahun pemerintahannya hanya berhasil melakukan swasembada
pada tahun-tahun terakhir kepemimpinannya. Selain itu patut diapresiasi juga
peran dari wakil presiden Jusuf Kalla yang berperan besar dalam konversi dari
minyak tanah ke gas LPG. Program konversi minyak tanah ke LPG lebih dilandasi
oleh keinginan kuat pemerintah menekan subsidi minyak tanah. Pemakaian LPG
menggantikan Minyak Tanah telah terbukti memberikan keuntungan ekonomis.
pemakaian LPG memberikan penghematan sekitar Rp 16.500 hingga Rp 29.250 bagi
setiap Kepala Keluarga yang menjadi sasaran program konversi ini. Sedang bagi
negara hingga saat ini telah memberikan penghematan sekitar Rp 25 Triliun.
Pada
periode kedua era kepemimimpinannya, SBY menggandeng Boediono, Banyak Pengamat
berpendapat alasan SBY menggandeng Boediono Sebagai Wapres adalah ingin berkonsentrasi
terus memperbaiki roda perekonomian Indonesia, secara Boediono telah dianggap
telah makan asam garam dalam dunia perekonomian, Sebelumnya ia pernah menjabat
sebagai Gubernur BI, Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri
Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan
Direktur BI dan juga guru besar ini di FEB UGM. Dan pada masa kampanye pilpres
2009 duet SBY-Boediono berjanji bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan ekonomi
diatas 6%. Namun sekarang SBY pesimis angka tersebut mampu dicapainya karena
ketidakpastian kondisi ekonomi dunia serta ditambah anjloknya nilai tukar
rupiah terhadap dollar. Selain itu kebijakan yang menurut penulis menarik untuk
dibahas yakni kebijakan menaikkan Harga BBM yang beberapa kali telah dilakukan
oleh pemerintahan SBY. Pada awal kepempinannya harga BBM jenis premium hanya
berkisar Rp. 1800/liter sekarang telah mencapai 6500/liter, pemerintah berdalih
menaikkan harga BBM karena mengikuti
harga Minyak Dunia serta pengurangan Subsidi BBM karena dinilai tidak tepat
sasaran. Dengan kebijakan tersebut pemerintah membuat program BLT sekarang
menjadi BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Memang tujuan pemberian bantuan ini mulia
yaitu agar rakyat kalangan menengah kebawah tidak semakin terjerumus d alam
jurang kemiskinan. Dalam program pemberian bantuan ini pemerintah bukannya
tanpa masalah, menurut Sekolah Demokrasi Indonesia (2005:38) masalahnya terdapat
pada implementasi bantuan tersebut, masalah yang timbul antara lain : (1)
banyaknya warga miskin yang tidak terdaftar sebagai penduduk .(2) banyaknya
warga nonmiskin yang menjadi penerima bantuan.(3) sulitnya pendataan warga
miskin khusunya didaerah terpencil. Dalam periode kedua kepemimpinannya, ada
pula prestasi yang dicapai oleh pemerintahan SBY yaitu seperti yang dikatakan
oleh Ekonom Dr.Faisal Basri dalam wawancaranya dengan media kompas. Yang isinya
sebagai berikut:
“
Pemerintahan SBY sukses menaikkan pendapatan perkapita lebih dari 3000
USD.Lebih baik dibanding era Orde Baru yang hanya mencapai 500 USD. Selain itu
Indonesia semakin menarik minat para Investor Asing, tahun ini, saja ada 25
Milliar USD yang masuk otomatis membuat bertambahnya cadangan devisa kita.”
http://kastratfeui.wordpress.com/2011/12/13/reshuffle-evaluasi-2-tahun-kinerja-pemerintahan-sby-boediono/
http://badarifin.blogspot.com/2014/04/kinerja-pemerintah-indonesia-di-bawah.html
Permisi kak, mohon izin untuk mencopy artikel untuk pemenuhan tugas kuliah saya.
BalasHapus