Rabu, 05 April 2017

Komparasi Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dengan Filipina

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
SAK (Standar Akuntansi Keuangan) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian  laporan keuangan dan digunakan untuk badan yang memiliki akuntabilitas publik. SAK Indonesia merupakan terapan dari beberapa standar akuntansi yang ada seperti, IAS, IFRS, ETAP, GAAP.
SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Badan  Usaha Tanpa Akuntanbilitas Publik)
ETAP yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan serta menerbitkan laporan keuangan untuk yujuan umum bagi pengguna eksternal.
SAK- Syariah (Standar Akuntansi Keuangan Syariah) digunakan untuk badan usaha yang memiliki transaksi syariah atau berbasis syariah.
SAP (Standar Akuntansi Pemerintah) digunakan untuk menyusun laporan keuangan instansi pemerintah baik pusat maupun daerah.

Standar Akuntansi Internasional
IFRS (International Financial Accounting Report Standart) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standart Board (IASB).
Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi
Pengaturan dan pembinaan akuntansi di Indonesia dilakukan oleh IAI yang dibentuk 23 Desember 1957 dibawah pengawasan DepKeu. IAI menyusun  SAK dan SPAP. Sebelum kemerdekaan, Indonesia menganut sistem tata buku Belanda. Tetapi setelah kemerdekaan, Indonesia menganut pola Amerika tahun 2005. IAI mengadopsi standar IASC dan dituangkan dalam PSAK yang mulai berlaku 1 januari 1995.
Laporan keuangan di Indonesia meliputi :
- Neraca
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas, dan
- Catatan pada Laporan Keuangan
  

Standar Akuntansi Keuangan Filipina
“Standar Akuntansi Council (ASC) secara resmi di luncurkan oleh Direksi Filipina Institut Akuntan Publik (PICPA) pada  tanggal 18 November 1981. Fungsi utama dari ASC adalah untuk membangun dan meningkatkan standar akuntansi yang berlaku umum di Filipina. Pada tahun 2006, ASC dilipat kedalam Standar Pelaporan Keuangan Council (FRSC).
Filipina telah mengadopsi semua SAK untuk tahun 2005 tanpa modifikasi. Ini setara Filipna SAK berlaku untuk semua entitas dengan akuntabilitas publik. Itu termasuk orang-orang yang efeknya tercatat dipasar umum atau sedang dalam proses listing.  Semua lembanga keuangan termasuk bank, perusahaan asuransi, broker keamanan, dana pension, reksa dana, dan entitas perbankan investasi.
Kerangka Pelaporan Keuangan di Filipina
Standar akutansi Filipina yang diadopsi oleh Filipina Standar Pelaporan  Keuagan Council (PFRSC) dan disetujui oleh Securities and Exchange Commission (SEC). The PFRSC telah membentuk Komite Filipina Interprestasi (IPC), yang mengeluarkan pedoman pelaksanaan pada PFRSs.
Entitas Publik Akuntabel
The PFRSC telah mengadopsi sebagian SAK, dalam beberapa kasus dengan modifikasi, dan dalam beberapa kasus perubahan terbaru ke SAK belum diadops. Standar-standar ini dikenal sebagai Philippine Pelaporan Keuangan (PFRSs) dan Standar Akuntansi Filipina (PASS)

Sumber :

http://ayusetioningsih30.blogspot.co.id/2017/03/akuntansi-internasional.html

Minggu, 12 Maret 2017

Deskripsi Dimensi dari Transaksi Akuntansi Internasional atau Perusahaan Multinasional

Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Akuntansi Internasional pada khususnya mencakup bidang akuntansi keuangan dan pelaporan, akuntansi manajemen, auditing, perpajakan dan upaya-upaya harmonisasi akuntansi yang sedang dilakukan.
Tujuan Akuntansi Internasional
- Mengidentifikasi sejarah perkembangan akuntansi internasional
- Memperkenalkan berbagai perbedaan nasional dalam sistem akuntansi di dunia
- Meringkas evolusi bisnis sampai zaman modern
- Membahas pentingnya dimensi akuntansi dalam bisnis global dan topik-topik penting yang membentuk akuntansi internasional

Akuntansi internasional melaporkan perusahaan multinasional dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara, atau suatu perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang berlokasi di negara selain negara selain perusahaan pelaporan. Proses akuntansinya pun tidak berbeda dan dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun local pada negara tertentu. Namun perlu kita ketahui bahwa proses akuntansi untuk tiap negara memiliki perbedaan. Dimana perbedaan itu timbul karena adanya perbedaan dalam bidang budaya praktik bisnis, struktur politik, system hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi local, risiko bisnis, dan serta aturan perundang-undangan mempengaruhi bagaimana perusahaan multinasional melakukan kegiatan operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya.
akuntansi internasional terbagi menjadi tiga bidang yang luas,  Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas tersebut antara lain:
1. Pengukuran
Dapat memberikan masukan mendalam mengenai probabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangan. Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivtias dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
2. Pengungkapan
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan atau proses mengkomunikasikan kepada para penggun
3. Auditing
Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

Sumber :