A. Pengertian
Laporan
Laporan ialah
suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari
seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat
berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu
karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh
dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk
jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan
ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja
disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan
tertentu.
B. Jenis-Jenis
Laporan (formal & informal)
1) Laporan Formal
adalah
laporan yang ditulis secara ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti.Biasanya
isinya singkat tetapi padat dan sistematis serta logis. Laporan formal bersifat
impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur.
Laporan formal
terdiri dari :
Bagian Pendahuluan
Halaman judul
Halaman pengesahan
(jika perlu)
Halaman motto /
semboyan (jika perlu)
Halaman
persembahan (jika perlu)
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel (jika
ada)
Daftar gambar
(jika ada)
Daftar grafik
(jika ada)
Abstrak
Bagian Isi
Bab I :
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Identifikasi masalah
1.3 Pembatasan masalah / ruang lingkup
penelitian
1.4 Rumusan masalah
1.5 Tujuan dan manfaat
Bab II : Kajian pustaka
Bab III : Metode
penelitian
Bab IV :
Pembahasan
Bab V : Penutup
Bagian Penutup
Daftar pustaka
Daftar lampiran
Indeks
atau daftar istilah
2)
Laporan Informal
adalah
laporan yang ditulis secara popular, yaitu menggunakan kata–kata sederhana,
kadang–kadang diselingi dengan kalimat humor/lucu, yaitu laporan yang tidak
memenuhi beberapa unsur formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan
dengan kepentingan penulisannya.Laporan Informal terdiri dari :
Laporan
kunjungan, berisi :
Judul laporan
Tujuan
Waktu pelaksanaan
Hasil yang
diperoleh
Laporan percobaan,
berisi :
Judul percobaan
Pelaksanaan
Urusan kerja
Data yang
diperoleh
Kesimpulan
Laporan diskusi, berisi :
Topik
Moderator
Penyaji
Jumlah peserta
Masalah yang
dibicarakan
Pemecahan masalah
Kesimpulan
C. Unsur-
unsur dalam Menyusun Laporan
Beberapa
penulis (turk & kirkman, 1982, britowidjoyo,1985: arifin, 1987;indriati,2001),
mengemukan bahwa unsur-unsur dari laporan penelitian adalah:
1. Judul
tulisan
2.
Abstrak
3.
Pendahuluan
4. Bahan
dan metode penelitian
5. Hasil
6.
Pembahasan
7.
Simpulan dan saran
8.
Daftar pustaka
Namun
secara lebih lengkap, laporan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:
1.
Bagian pembuka.
2.
Bagian inti.
3.
Bagian penutup.
D. Contoh
Laporan Penelitian
Kata pengantar
Assallamu’allaikumWr.Wb
Alamdullilahirabbil’alamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi
sedikit selai yang kita ingat. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam atas
segala berkat, rahmat, taufik, dan hidayahnya yang tiada terkira besarnya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Dampak
Ketergantungan Narkoba Bagi Pelajar Tingkat SMA “
Dalam penyusunnya, penulis
memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan
banyak terimakasih yang sebesar – besarnya kepada Ibu Eni PrasetyaningrumS.Pd
yang telah memebrikan dukungan, ibu guru yang telah memberikan bimbingan, dan teman
teman yang telah memberi dukungan.
Meskipun penulis berharap isi
dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang
kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar makalah ini dapat lebih biak lagi. Akhir kata penulis berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Jakarta, 5 Desember 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kini banyak terdengar dan terlihat di televisi, Social media, kabar
berita, banyak berita tentang narkoba, lebih jelasnya, tentang dampak
ketergantungan narkoba bagi pelajar. Narkoba yang banyak disalahgunakan bagi
pelajar, hanya ingin terlihat lebih jantan, namun pada pengguna tidak
mengetahui dampak dari ketergantungan narkoba yang akan berakibat fatal. Para
pengguna banyak jatuh miskin karena penghasilannya digunakan untuk membeli
narkoba. Bukan hanya harganya yang mahal, narkoba juga mengandung zat – zat
yang berbahaya jika tidak sesuai dengan dosis dokter.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat disimpulkan yaitu
apa dampak ketergantungan narkoba bagi pelajar.
C. Tujuan penelitian
Dari penelitian ini, pembaca akan mengetahui dampak ketergantungan
narkoba khususnya bagi para pelajar.
D. Manfaat dilakukan penelitian
a. Untuk mengetahui berapa
banyak pelajar yang mengonsumsi narkoba.
b. Lebih tahu dampak
penggunaan narkoba.
c. Mengajarkan kita hidup
sehat dengan tidak mengonsumsi narkoba.
E. Hipotesis
Daya tahan tubuh yang mengurang dan tingkat kesadaran yang mengurang
mungkin salah satu dari dampak ketergantungan narkoba bagi pelajar.
BAB II
KERANGKA TEORITIS
A. Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
"narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari
narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza",
mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi
penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa
psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau
obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan
akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
B. Pelajar
Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang
mengikuti pendidikan formal tingkat dasar maupun pendidikan formal tingkat
menengah.
C. SMA
Sekolah menengah atas (disingkat SMA; bahasa Inggris: Senior High
School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia
setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas
ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
Pada tahun kedua (yakni kelas 11), siswa SMA dapat memilih salah satu
dari 3 jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, dan Bahasa. Pada akhir tahun
ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu
Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.
Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program
wajib belajar pemerintah - yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau
sederajat) 3 tahun - maskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program
wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya
di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
BAB III
METODOLGI PENELITIAN
A.
PEMILIHAN OBJEK
Objek dalam penelitian ini adalah Para pelajar SMA di Indonesia dan
dampaknya.
B.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang kami pakai adalah
metode deskriptif.
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN
Kalangan pelajar dianggap masih rentan terkena dampak peredaran narkoba.
Pelajar juga termasuk dalam empat besar pemakai narkoba di Jakarta. Rentannya
narkoba masuk ke kalangan pelajar diduga karena faktor pergaulan. Demikian
disampaikan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji
Wijayanto, Selasa (1/11/2011), di Mapolda Metro Jaya. "Pelajar termasuk
empat besar pengguna narkoba," ujarnya. Berdasarkan data Polda Metro Jaya,
jumlah pemakai narkoba dilihat dari pekerjaannya, yakni penganggur (65 persen),
pegawai swasta (20 persen), pedagang (10 persen), dan pelajar (4 persen).
Sementara jumlah pengguna narkoba di Jakarta mencapai 280.000 jiwa. Nugroho
mengatakan, jumlah pemakai dari kalangan narkoba memang baru menempati
peringkat keempat.Namun, hal itu tetap saja perlu diwaspadai. Menurutnya,
rata-rata para pelajar ini mengonsumsi narkoba karena faktor pergaulan.
"Ada yang merasa hebat kalau pakai narkoba, ada yang pakai karena
ikut-ikutan. Kebanyakan karena diajak teman, ini yang perlu diwaspadai,"
tutur Nugroho.Para pelajar ini paling banyak mengonsumsi ganja dan ekstasi.
"Ganja paling banyak karena harganya murah dan terjangkau para
pelajar," tutur Nugroho.Petugas Humas Badan Narkotika Nasional, Sumirat,
mengatakan, akses pelajar terhadap narkoba semakin dekat. Pasalnya, mereka
sangat mudah diajak untuk mengonsumsi narkoba. Para pengedar pun melancarkan
pendekatan yang cerdik"Mereka tahu untuk meraih pasar pelajar, mereka
perlu dekati dulu salah satu anggota gengnya. Nanti yang lain akan diajak oleh
temannya itu. Pelajar enggak akan mau konsumsi kalau bukan dari yang
dikenal," kata Sumirat.Karena masih dalam pencarian jati diri dan
ketakutan akan ditolak dari kelompoknya, akhirnya para remaja ini pun mau
mengonsumsi narkoba. "Mereka takut tidak diakui kelompoknya," ucap
Sumirat. Sumirat menambahkan, di BNN ada tiga langkah strategis yang dilakukan
dalam upaya memerangi narkoba. Tiga langkah itu yakni dengan melakukan edukasi
dan sosialisasi di tataran pencegahan, menerapkan sistem wajib lapor terhadap
pengguna narkoba supaya bisa melakukan rehabilitas, dan mengungkap sindikat
narkoba. "Ini yang tidak bisa dipisah satu per satu, semuanya harus
sejalan dan dilaksanakan bersama," paparnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Masih banyak pelajar di Indonesia yang belum mengerti dan ada pula yang
meremehkan ancaman dampak dari penyalahgunaan narkoba, sehingga banyak yang
terjerumus kedalamnya. Padahal, dampak yang dialami sangat berbahaya bagi
kondisi fisik maupun psikis para pemakainya, bahkan bisa menyebabkan kematian.
B. SARAN
Untuk mengurangi banyaknya pengguna narkoba di kalangan pelajar, maka
harus digalakan program anti narkoba di Indonesia.
SUMBER :
waslus.blogspot.com/2014/05/contoh-laporan-penelitian-sosial.html?m=1
https://anisamugni.wordpress.com/2013/05/30/pengertian-laporanlaporan-adalah-suatu-bentuk-penyajian-fakta-tentang/
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/02/seputar-pengertian-laporan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar