Senin, 07 Desember 2015

Laporan Penelitian

A.     Pengertian Laporan
Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
B.     Jenis-Jenis Laporan (formal & informal)
1)  Laporan Formal
adalah laporan yang ditulis secara ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti.Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistematis serta logis. Laporan formal bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur.
Laporan formal terdiri dari :
Bagian Pendahuluan
Halaman judul
Halaman pengesahan (jika perlu)
Halaman motto / semboyan (jika perlu)
Halaman persembahan (jika perlu)
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel (jika ada)
Daftar gambar (jika ada)
Daftar grafik (jika ada)
Abstrak
Bagian Isi
Bab I : Pendahuluan
1.1   Latar belakang
1.2   Identifikasi masalah
1.3   Pembatasan masalah / ruang lingkup penelitian
1.4   Rumusan masalah
1.5   Tujuan dan manfaat
Bab II  : Kajian pustaka
Bab III : Metode penelitian
Bab IV : Pembahasan
Bab V  : Penutup
Bagian Penutup
Daftar pustaka
Daftar lampiran
Indeks atau daftar istilah
2) Laporan Informal
adalah laporan yang ditulis secara popular, yaitu menggunakan kata–kata sederhana, kadang–kadang diselingi dengan kalimat humor/lucu, yaitu laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.Laporan Informal terdiri dari :
Laporan kunjungan, berisi :
Judul laporan
Tujuan
Waktu pelaksanaan
Hasil yang diperoleh
Laporan percobaan, berisi :
Judul percobaan
Pelaksanaan
Urusan kerja
Data yang diperoleh
Kesimpulan
Laporan  diskusi, berisi :
Topik
Moderator
Penyaji
Jumlah peserta
Masalah yang dibicarakan
Pemecahan masalah
Kesimpulan
C.     Unsur- unsur dalam Menyusun Laporan
Beberapa penulis (turk & kirkman, 1982, britowidjoyo,1985: arifin, 1987;indriati,2001), mengemukan bahwa unsur-unsur dari laporan penelitian  adalah:
1. Judul tulisan
2. Abstrak
3. Pendahuluan
4. Bahan dan metode penelitian
5. Hasil
6. Pembahasan
7. Simpulan dan saran
8. Daftar pustaka
Namun secara lebih lengkap, laporan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:
1. Bagian pembuka.
2. Bagian inti.
3. Bagian penutup.
D.     Contoh Laporan Penelitian
Kata pengantar
Assallamu’allaikumWr.Wb
Alamdullilahirabbil’alamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit selai yang kita ingat. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam atas segala berkat, rahmat, taufik, dan hidayahnya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Dampak Ketergantungan Narkoba Bagi Pelajar Tingkat SMA “
 Dalam penyusunnya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar – besarnya kepada Ibu Eni PrasetyaningrumS.Pd yang telah memebrikan dukungan, ibu guru yang telah memberikan bimbingan, dan teman teman yang telah memberi dukungan.
 Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih biak lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
                                                          
Jakarta, 5 Desember 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Kini banyak terdengar dan terlihat di televisi, Social media, kabar berita, banyak berita tentang narkoba, lebih jelasnya, tentang dampak ketergantungan narkoba bagi pelajar. Narkoba yang banyak disalahgunakan bagi pelajar, hanya ingin terlihat lebih jantan, namun pada pengguna tidak mengetahui dampak dari ketergantungan narkoba yang akan berakibat fatal. Para pengguna banyak jatuh miskin karena penghasilannya digunakan untuk membeli narkoba. Bukan hanya harganya yang mahal, narkoba juga mengandung zat – zat yang berbahaya jika tidak sesuai dengan dosis dokter.
B.  Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat disimpulkan yaitu apa dampak ketergantungan narkoba bagi pelajar.
C.  Tujuan penelitian
Dari penelitian ini, pembaca akan mengetahui dampak ketergantungan narkoba khususnya bagi para pelajar.
D.  Manfaat dilakukan penelitian
a.    Untuk mengetahui berapa banyak pelajar yang mengonsumsi narkoba.
b.    Lebih tahu dampak penggunaan narkoba.
c.    Mengajarkan kita hidup sehat dengan tidak mengonsumsi narkoba.
E.   Hipotesis
Daya tahan tubuh yang mengurang dan tingkat kesadaran yang mengurang mungkin salah satu dari dampak ketergantungan narkoba bagi pelajar.
BAB II
KERANGKA TEORITIS
A. Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
B. Pelajar
Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat dasar maupun pendidikan formal tingkat menengah.
C.  SMA
Sekolah menengah atas (disingkat SMA; bahasa Inggris: Senior High School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
Pada tahun kedua (yakni kelas 11), siswa SMA dapat memilih salah satu dari 3 jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.
Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah - yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun - maskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
BAB III
METODOLGI PENELITIAN
A.    PEMILIHAN OBJEK
Objek dalam penelitian ini adalah Para pelajar SMA di Indonesia dan dampaknya.
B.     TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang kami pakai adalah metode deskriptif.
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN
Kalangan pelajar dianggap masih rentan terkena dampak peredaran narkoba. Pelajar juga termasuk dalam empat besar pemakai narkoba di Jakarta. Rentannya narkoba masuk ke kalangan pelajar diduga karena faktor pergaulan. Demikian disampaikan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Selasa (1/11/2011), di Mapolda Metro Jaya. "Pelajar termasuk empat besar pengguna narkoba," ujarnya. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, jumlah pemakai narkoba dilihat dari pekerjaannya, yakni penganggur (65 persen), pegawai swasta (20 persen), pedagang (10 persen), dan pelajar (4 persen). Sementara jumlah pengguna narkoba di Jakarta mencapai 280.000 jiwa. Nugroho mengatakan, jumlah pemakai dari kalangan narkoba memang baru menempati peringkat keempat.Namun, hal itu tetap saja perlu diwaspadai. Menurutnya, rata-rata para pelajar ini mengonsumsi narkoba karena faktor pergaulan. "Ada yang merasa hebat kalau pakai narkoba, ada yang pakai karena ikut-ikutan. Kebanyakan karena diajak teman, ini yang perlu diwaspadai," tutur Nugroho.Para pelajar ini paling banyak mengonsumsi ganja dan ekstasi. "Ganja paling banyak karena harganya murah dan terjangkau para pelajar," tutur Nugroho.Petugas Humas Badan Narkotika Nasional, Sumirat, mengatakan, akses pelajar terhadap narkoba semakin dekat. Pasalnya, mereka sangat mudah diajak untuk mengonsumsi narkoba. Para pengedar pun melancarkan pendekatan yang cerdik"Mereka tahu untuk meraih pasar pelajar, mereka perlu dekati dulu salah satu anggota gengnya. Nanti yang lain akan diajak oleh temannya itu. Pelajar enggak akan mau konsumsi kalau bukan dari yang dikenal," kata Sumirat.Karena masih dalam pencarian jati diri dan ketakutan akan ditolak dari kelompoknya, akhirnya para remaja ini pun mau mengonsumsi narkoba. "Mereka takut tidak diakui kelompoknya," ucap Sumirat. Sumirat menambahkan, di BNN ada tiga langkah strategis yang dilakukan dalam upaya memerangi narkoba. Tiga langkah itu yakni dengan melakukan edukasi dan sosialisasi di tataran pencegahan, menerapkan sistem wajib lapor terhadap pengguna narkoba supaya bisa melakukan rehabilitas, dan mengungkap sindikat narkoba. "Ini yang tidak bisa dipisah satu per satu, semuanya harus sejalan dan dilaksanakan bersama," paparnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.  KESIMPULAN
Masih banyak pelajar di Indonesia yang belum mengerti dan ada pula yang meremehkan ancaman dampak dari penyalahgunaan narkoba, sehingga banyak yang terjerumus kedalamnya. Padahal, dampak yang dialami sangat berbahaya bagi kondisi fisik maupun psikis para pemakainya, bahkan bisa menyebabkan kematian.
B.   SARAN
Untuk mengurangi banyaknya pengguna narkoba di kalangan pelajar, maka harus digalakan program anti narkoba di Indonesia.
SUMBER :
waslus.blogspot.com/2014/05/contoh-laporan-penelitian-sosial.html?m=1
https://anisamugni.wordpress.com/2013/05/30/pengertian-laporanlaporan-adalah-suatu-bentuk-penyajian-fakta-tentang/
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/02/seputar-pengertian-laporan.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar