Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah
swt, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan karya ilmiah ini yang berjudul “Penggunaan Bahasa Indonesia Di
Kalangan Remaja” dengan lancar. Shalawat dan salam kepada junjungan
nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita ke alam yang terang benderang
seperti sekarang ini sehingga kita bisa merasakan nikmat iman dan islam.
Ucapan terima kasih
penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang mempunyai andil dalam proses pembuatan
Karya Ilmiah ini atas bantuan dan partisipasinya.
Walaupun penyusunan
karya ilmiah ini telah diusahakan dengan sebaik-baiknya, namun tentu tak luput
dari kekurangan, baik dalam penyusunan maupun isi karya ilmiah ini. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan
karya ilmiah ini.
Akhirnya, penulis
berharap semoga peyusunan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat
umum.
Depok ,12 November 2013
Bahasa merupakan
kebutuhan vital manusia dalam berkomunikasi dengan manusia atau
sekelompok manusia lainnya. Sifat dasar manusia yang selalu saling membutuhkan
satu dengan lainnya menjadikan bahasa menjadi kebutuhan mutlak dalam
berinteraksi.
Kemampuan manusia
menciptakan bahasa untuk berkomunikasi mendukung keberadaanya sebagai makhluk
sosial semakin menonjolkan perbedaan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya.
Meskipun tidak hanya bahasa yang menjadi alat komunikasi, tidak dapat
dipungkiri bahwa bahasa adalah alat komunikasi yang sederhana dan sangat mudah
dipahami dalam kehidupan bermasyarakat.
Bahasa merupakan asset
yang paling berharga dimiliki oleh suatu kelompok,seperti bangsa Indonesia yang
memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Indonesia terdiri dari
banyak suku dan kelompok yang memiliki bahasa dan budaya berbeda-beda, dengan
adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional telah mencerminkan persatuan
dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk.
Akan tetapi banyak
yang tidak mengetahui bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya remaja
zaman sekarang. Dengan semakin berkembangnya bahasa gaul dan berbagai
modifikasi dari bahasa asing, bahasa Indonesia yang sesungguhnya mulai luntur
dan dilupakan.
Perkembangan
bahasa-bahasa gaul dewasa ini sangat mengkhawatirkan. Banyak generasi muda yang
tidak mengetahui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh yang
paling jelas terlihat dalam dunia kampus, mahasiswa acuh tak acuh terhadap
penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahkan dalam penyusunan
skripsi tak banyak mahasiswa yang masih saja menggunakan penggunaan bahasa
Indonesia yang salah dan tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia Yang Disempurnakan.
Remaja-remaja di zaman
modern ini juga banyak yang tidak mengimbangi kemampuan berbahasa Indonesia
yang baik dan benar dengan berbahasa asing. Terlihat dari lebih banyak remaja
mengembangkan kemampuan berbahasa asing daripada kemampuan berbahasa Indonesia
yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sehingga, dalam berbahasa remaja
sulit membedakan dimana mereka harus berbicara formal atau tidak. Mereka juga
kesulitan menulis suatu karya dengan bahasa Indonesia yang baik
dan benar yang sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang
disempurnakan. Oleh karena itu, penulis mengangkat permasalahan tersebut ke
dalam karya tulis ini, dengan harapan agar remaja saat ini mengerti penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mengembangkan kemampuan berbahasa
mereka sesuai dengan Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
Dari latar belakang di
atas, diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah bahasa Indonesia yang baik dan
benar itu?
2. Bagaimanakah penggunaan bahasa Indonesia di
kalangan remaja saat ini?
3. Faktor apa sajakah yang menyebabkan remaja
cenderung meninggalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
4. Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan dengan
ditinggalkannya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
1. Mengetahui bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
2. Mengetahui penggunaan bahasa Indonesia di
kalangan remaja saat ini.
3. Mengetahui faktor yang menyebabkan remaja
cenderung meninggalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4. Mengetahui akibat yang ditimbulkan karena
ditinggalkannya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tujuan
khusus penulis menyusun karya
ilmiah ini
adalah untuk memenuhi tugas
akhir semester dan syarat untuk naik ke jenjang atau
semester selanjutnya pada program studi bahasa Indonesia di Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan
Manfaat secara teoritis adalah untuk memberi pengetahuan tentang bahasa Indonesia
yang baik dan benar sehingga masyarakat dapat mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari khususnya remaja, sehingga bahasa Indonesia yang baik dan
benar tetap terjaga.
1. Bagi
dunia pendidikan bahasa, dapat menambah
pengetahuan siswa/mahasiswa, tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Karya
ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan
pedoman dalam memilih bahasa yang pas dalam pergaulan sehari-hari. Sehingga
masyarakat khususnya remaja dapat membedakan penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar dengan bahasa prokem.
Bahasa adalah suatu
media yang digunakan untuk menyampaikan dan memahami gagasan, pikiran, dan
pendapat. Bahasa juga media komunikasi utama di dalam kehidupan manusia untuk
berinteraksi (Surahman, 1994: 11).
Melalui bahasa,
kehidupan berinteraksi suatu bangsa dapat dibentuk, dibina, dan dikembangkan
serta dapat diturunkan pada generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai
alat komunikasi, maka semua yang ada di sekitar manusia, dapat disesuaikan dan
diungkapkan kembali kepada orang lain sebagai bahan komunikasi (Craff, 1987:
1).
Secara garis besar,
bahasa dapat dilihat dari tiga sudut pandang, antara lain: sudut pandang bentuk
dan sudut pandang makna (Martinet, 1987). Bentuk bahasa berhubungan dengan
keadaannya dalam mendukung perannya sebagai sarana komunikasi untuk berbagai
kepentingan komunikasi pemakai bahasa, dan hubungannya dengan aspek nilai dan
aspek makna adalah perannya yang terkandung dalam bentuk bahasa yang fungsinya
sebagai alat komunikasi ketiga unsur tersebut secara keseluruhan dimiliki oleh
semua bahasa di dunia.
Sebagaimana kita ketahui
bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, bahasa
Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 45,
BabXV, Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini
berarti bahwa bahasa Indonesia mempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional
dan bahasa negara.
Yang dimaksud dengan
kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai
budaya,yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah
nilai pemakaian bahasa tersebut di dalam kedudukan yang diberikan.
Sehubungan dengan
kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi.
Keempat fungsi tersebut ialah sebagai:
1.lambang identitas
nasional,
2.lambang kebanggaan
nasional,
3.alat pemersatu
berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan
bahasa yang berbeda-beda, dan
4.alat perhubungan
antarbudaya dan daerah.
Berkaitan dengan
statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1.bahasa resmi negara,
1.bahasa resmi negara,
2.bahasa pengantar resmi
di lembaga-lembaga pendidikan,
3.bahasa resmi dalam
perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan serta pemerintahan, dan
4.bahasa resmi di dalam
pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.
BAB III
PEMBAHASAN
Sering kita dengar
ungkapan “gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar.” Terhadap ungkapan
itu timbul banyak reaksi. Pertama, orang mengira bahwa kata baik dan benar
dalam ungkapan itu mengandung arti atau makna yang sama atau identik.
Sebenarnya tidak! Justru ungkapan itu memberikan kesempatan dan hak kepada
pemakai bahasa untuk menggunakan bahasa secara bebas sesuai dengan keinginannya
dan kemampuannya dalam berbahasa.mari kita tinjau arti kedua kata itu.
Berbahasa yang baik
ialah berbahasa sesuai dengan “lingkungan” bahasa itu digunakan. Dalam hal ini
beberapa faktor menjadi penentu. Pertama, orang yang berbicara; kedua orang
yang diajak berbicara; ketiga, situasi pembicaraan apakah situasi itu formal
atau nonforml; keempat, masalah atau topik pembicaraan.
Sedangkan bahasa yang
benar ialah bahasa yang sesuai dengan kaidahnya, aturannya, bentuk,
strukturnya. Kalau berbahasa Indonesia baku harus seperti bahasa yang kaidahya
tertulis dalam buku-buku tata bahasa. Sebaliknya, jika menggunakan salah satu
dialek. Dialek Jakarta misalnya, harus betul-betul bahasa Jakarta seperti yang
digunakan oleh penduduk asli Jakarta. Itulah yang dimaksud dengan kata benar.
Bahasa Indonesia yang
baku ialah bahasa Indonesia yang digunakan orang-orang terdidik dan yang
dipakai sebagai tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. Ragam
bahasa Indonesia yang baku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan
dinamis dan ciri kecendekiaan.Yang dimaksud dengan kemantapan dinamis ini ialah
bahwa bahasa tersebut selalu mengikuti kaidah atau aturan yang tetap dan mantap
namun terbuka untuk menerima perubahan yang bersistem. Ciri kecendekiaan bahasa
baku dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang
rumit di berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia baku
dipakai dalam:
1.komunikasi resmi,
seperti dalam surat-menyurat resmi, peraturan pengumuman instansi resmi
atau undang-undang;
2.tulisan ilmiah,
seperti laporan penelitian, makalah, skripsi, disertasi dan
buku-buku ilmu pengetahuan
3.pembicaraan di muka
umum, seperti dalam khotbah, ceramah, kuliah pidato; dan
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
3.2 Dampak Ditinggalkannya Penggunaan Bahasa
Indonesia Yang Baik Dan Benar
Meninggalkan suatu
kebiasaan yang telah menjadi tradisi akan berakibat besar dalam kelangsungan
hidup masyarakat tersebut. Begitu juga yang akan terjadi pada bahasa Indonsia
yang disempurnakan jika semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya.
Dampak buruk yang
dapat dirasakan langsung adalah menurunnya nilai kesopanan remaja ketika
berbicara dengan orang yang lebih tua. Sedangkan dampak tidak langsungnya
adalah merusak bahasa nasional itu sendiri. Mungkin, beberapa tahun kedepan
masih bisa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun bagaimana
dengan lima puluh tahun yang akan datang? Apakah Bahasa Indonesia masih bisa
bertahan? Atau akan hilang ditelan ‘bahasa gaul’?
Hal ini menjadi tugas kita sebagai remaja
sekaligus pelajar yang masih peduli dengan Bahasa Indonesia. Kita tidak dapat
memungkiri bahwa ‘bahasa gaul’ telah mengikis dan merusak Bahasa Indonesia.
Oleh karena itu, sebagai generasi muda, marilah kita menjaga dan melestarikan
Bahasa Indonesia.
Bagaimana caranya? Caranya adalah
dengan membiasakan diri menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah
berbahasa yang baik mulai dari diri kita sendiri, karena hal besar berawal dari
hal kecil. Setelah itu marilah kita mengajak teman-teman dan
orang-orang di sekitar kita
untuk menggunakan
Bahasa Indonesiadengan benar. Hal yang
tak kalah penting adalah dengan tetap memberikan pelajaran Bahasa Indonesia dengan
metode pembelajaran yang menarik kepada siswa di sekolahagar siswa sadar akan pentingnya Bahasa
Indonesia dan mampu untuk turut melestarikan bahasa nasional ini. Dengan demikian, niscaya Bahasa Indonesia
akan tetap terjaga keberadaannya sampai kapanpun.
4.1 Kesimpulan
Penggunaan bahasa
Indonesia di kalangan remaja saat ini hampir sudah tidak ada yang
menggunakannya dengan benar. Sedikit sekali remaja yang menggunakan bahasa
Indonesia dengan benar. Selang waktu yang berjalan, pengguna bahasa Indonesia
dengan benar telah di geser dengan bahasa-bahasa yang tidak di kenal.
Dikarenakan datangnya penduduk luar negeri ke dalam negeri, yang membaur bahasa
Indonesia dengan bahasa asing.
Bahasa yang digunakan
remaja pada saat ini diantaranya adalah bahasa prokem atau bahasa gaul, bahasa
asing dan bahasa daerah. Bahasa indonesia tidak digunakan sebagaimana mestinya
dikarenakan beberapa faktor antara lain faktor dari luar dan faktor dari dalam.
Penggunaan bahasa gaul, asing maupun bahasa daerah dikalangan remaja
menimbulkan berbagai dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.
Beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan minat para remaja kita agar menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah dengan tindakan yang nyata dari
diri sendiri, masyarakan dan pemerintah. Karena itu merupakan elemen penting
untuk perubahan agar remaja, masyarakat dan pemerintah indonesia memiliki rasa
bangga akan bahasanya sendiri. Bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu
bangsa, sebagai identitas bangsa Indonesia dan sebagai lambang kebanggaan
nasional.
Karena remaja
merupakan agen perubahan, sudah seharusnya kita sebagai remaja saat ini
menggunakan bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan situasi dan kondisi dan
sesuai dengan kaidah yang telah disempurnakan. Dimana kita sedang berkomunikasi
secara lisan maupun tulisan. Karena apa, karena bahasa Indonesia merupakan
identitas kebanggaan bangsa Indonesia dan merupaka alat pemersatu. Beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan bahasa Indonesia yang baik dan
benar :
1. Para remaja dan anak muda harus biasa
menggunakan bahasa indonesia yang baku sesuai dengan kaidahnya dalam kehidupan
sehari-hari.
2. Dalam forum resmi hendaknya masyarakat
khususnya para remaja dan anak muda tetap menggunakan tatanan bahasa indonesia
yang baku.
3. Media-media cetak atau elektronik harus tetap
menggunakana tatanan Bahasa Indonesia yang baku dalam menyajikan informasi
kepada masyarakat.
4. Menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para
generasi muda, bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan
penggunaanya.
5. Meningkatkan pengajaran Bahasa Indonsia di
sekolah dan perguruan tinggi dengan tugas praktik dialog atau monolog seperti
dalam bermain drama, penulisaan artikel makalah, dan lain sebagainya.
Anwar, Khaidir.1995.Beberapa
Aspek Sosio-Kultural Masalah Bahasa.Yogyakarta:Gadjah Mada University
Press.
Badudu, J.S.1994.Inilah
Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
Chaer, Abdul. 1993.Pembakuan
Bahasa Indonesia.Jakarta:PT. Rineka Cipta.
Charlie, Lie.1999.Bahasa
Indonesia yang Baik dan Gimana Gitu.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
Rahardi, R. Kunjana. 2000.Imperatif
dalam Bahasa Indonesia.Yogyakarta:Duta Wacana University Press.
Rahmatarifin,2011.Dampak
positif dan negatif penggunaan bahasa gaul dan asing.dalam Rahmatarifin.wordpress.com.
Salliyanti.2003. Bahasa
Prokem Di Kalangan Remaja. Dalam Salliyanti.blogspot.com.
Samsuri.1985.Tata
Kalimat Bahasa Indonesia.Jakarta: PT Sastra Hudaya.
Sugihastuti.2003.Bahasa
Indonesia Dari Awam Mahasiswa sampai Wartawan. Yogyakarta:Gama Media.
Witriani.2012. English
Made Simple.Yogyakarta:SUKA Press.
Sumber :
http://zaifaayu29.blogspot.com/2014/01/contoh-karya-ilmiah-bahasa-indonesia_8.html