Perokok pasif
Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang sudah terkenal di
muka bumi,dan juga diketahui bahwa rokok pula menyebabkan penyakit dan
mengganggu kesehatan. Tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak
menyadari dampak buruk dari asap rokok yang akan mengganggu kesehatan. Padahal
jika seseorang yang tidak merokok tetapi berada di lingkungan yang tercemar
asap rokok tentu akan ikut mengisapnya, dan orang tersebut biasa disebut
sebagai perokok pasif. Asap yang dihirup oleh perokok pasif adalah asap yang keluar
dari ujung rokok tersebut disebut juga sebagai asap samping.
Asap samping inilah yang dihirup oleh perokok pasif dan
sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan perokok pasif karena jumlah asap
yang keluar sangat banyak dan kadar bahan berbahayanya cukup tinggi. Dari
sebatang rokok yang terbakar akan menghasilkan asap samping dua kali lebih
banyak daripada asap utama. Jadi, risiko kesehatan yang dihadapi perokok pasif
hampir tidak ada bedanya dengan perokok aktif.
Jumlah perokok di Indonesia cukup tinggi, kadang para perokok
pun seperti tidak tahu tempat dimana dia harus merokok. Padahal ditempat umum
biasanya sudah disediakan tempat khusus untuk para perokok. Akibatnya adalah
seorang yang tidak merokok pun ikut terkena dampak asap yang ditimbulkan dari
perokok aktif tersebut. Dan yang memperhatinkan adalah jumlah perokok usia
remaja antara 15-19 tahun cukup tinggi.
Risiko sebagai perokok pasif dapat dikurangi dengan
mengusahakan ventilasi ruangan yang cukup dan usahakan menghindari asap rokok
semaksimal mungkin, dapat juga dengan memakai masker agar tidak banyak asap
rokok yang terhirup. Dan usahakan makan makanan yang bergizi sehingga daya
tahan tubuh selalu terjaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar