Minggu, 19 Januari 2014

Perokok pasif

Perokok pasif
Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang sudah terkenal di muka bumi,dan juga diketahui bahwa rokok pula menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan. Tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak menyadari dampak buruk dari asap rokok yang akan mengganggu kesehatan. Padahal jika seseorang yang tidak merokok tetapi berada di lingkungan yang tercemar asap rokok tentu akan ikut mengisapnya, dan orang tersebut biasa disebut sebagai perokok pasif. Asap yang dihirup oleh perokok pasif adalah asap yang keluar dari ujung rokok tersebut disebut juga sebagai asap samping.
Asap samping inilah yang dihirup oleh perokok pasif dan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan perokok pasif karena jumlah asap yang keluar sangat banyak dan kadar bahan berbahayanya cukup tinggi. Dari sebatang rokok yang terbakar akan menghasilkan asap samping dua kali lebih banyak daripada asap utama. Jadi, risiko kesehatan yang dihadapi perokok pasif hampir tidak ada bedanya dengan perokok aktif.
Jumlah perokok di Indonesia cukup tinggi, kadang para perokok pun seperti tidak tahu tempat dimana dia harus merokok. Padahal ditempat umum biasanya sudah disediakan tempat khusus untuk para perokok. Akibatnya adalah seorang yang tidak merokok pun ikut terkena dampak asap yang ditimbulkan dari perokok aktif tersebut. Dan yang memperhatinkan adalah jumlah perokok usia remaja antara 15-19 tahun cukup tinggi.
Risiko sebagai perokok pasif dapat dikurangi dengan mengusahakan ventilasi ruangan yang cukup dan usahakan menghindari asap rokok semaksimal mungkin, dapat juga dengan memakai masker agar tidak banyak asap rokok yang terhirup. Dan usahakan makan makanan yang bergizi sehingga daya tahan tubuh selalu terjaga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar